Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) melalui Kawula17 menyelenggarakan Kawula17 Goes to School Jakarta 2026 pada 26 Oktober 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. Kegiatan ini melibatkan 120 pelajar dari 16 SMA/SMK sederajat untuk mendalami persoalan lingkungan Jakarta, merumuskan solusi, dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan keyakinan pelajar terhadap kemampuan mereka untuk berkontribusi dalam mengatasi persoalan lingkungan. Sebelum kegiatan, sebanyak 80% peserta merasa sangat mampu membuat perubahan bagi lingkungan. Angka tersebut meningkat menjadi 92% setelah mengikuti rangkaian Kawula17 Goes to School Jakarta 2026.

Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, pelajar membahas empat isu utama, yaitu krisis air bersih, keterbatasan ruang terbuka hijau, polusi udara, dan ketergantungan pada energi fosil. Peserta diajak menelusuri akar persoalan serta memahami keterkaitannya dengan infrastruktur publik, pengelolaan sumber daya, dan kebijakan pemerintah.

Hasil diskusi kemudian dirumuskan menjadi aspirasi yang disampaikan secara langsung kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Proses ini memberikan kesempatan bagi pelajar untuk tidak hanya mengenali persoalan di sekitar mereka, tetapi juga menyampaikan pandangan mengenai kebijakan dan solusi yang dianggap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga mengambil momen Sumpah Pemuda sebagai bagian dalam meninjau kembali peran orang muda dalam konteks hari ini. Kawula17 Goes to School mengajak orang muda untuk bisa lebih berdaya, partisipatif, dan berkontribusi pada lingkungannya. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi momen menyambut 5 abad Jakarta di tahun depan, untuk dapat memetakan posisi dan peran orang muda dalam masa depan Kota Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turut hadir dalam kegiatan, mengajak para pelajar untuk berperan aktif dalam menjaga dan merawat Jakarta.

“Sebagai calon-calon pemimpin bangsa ke depan, kalian semua yang bertanggung jawab untuk merawat, menjaga, dan saya yakin dalam kepemimpinan anak-anak muda seperti Angelica dan kalian semua, pasti Jakarta di tangan yang lebih baik,” ujar Pramono Anung.

Maria Angelica Christy, Co-Founder sekaligus Program Manager Kawula17, menekankan bahwa Kawula17 Goes to School tidak dirancang untuk mendorong pelajar langsung melakukan aksi atau mengadvokasi kebijakan tertentu. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi ruang aman bagi pelajar untuk memahami persoalan di sekitar mereka, berpikir kritis, dan menyampaikan pandangan secara terbuka. Menurutnya, sebagai warga negara, pelajar memiliki hak untuk berpendapat dan terlibat dalam diskusi mengenai kebijakan yang memengaruhi kehidupan mereka. Karena itu, aspirasi orang muda tidak hanya perlu didengar, tetapi juga dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.

Melalui Kawula17 Goes to School Jakarta 2026, Kawula17 berupaya memperluas ruang pembelajaran dan partisipasi orang muda dalam isu lingkungan. Peningkatan keyakinan peserta menjadi salah satu indikasi positif dari kegiatan ini, sekaligus menunjukkan pentingnya menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan pemikiran kritis, merumuskan aspirasi, dan berdialog dengan pemangku kebijakan.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa partisipasi orang muda tidak berhenti pada kesempatan menyampaikan pendapat, tetapi perlu diikuti dengan keterbukaan terhadap aspirasi mereka dalam proses pengambilan kebijakan.