Menurut
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), kepercayaan publik merupakan indikator penting dalam menilai
kualitas tata kelola pemerintahan. Dalam konteks tersebut, pengukuran persepsi
masyarakat menjadi relevan untuk memahami sejauh mana kebijakan pemerintah
diterjemahkan menjadi dampak yang dirasakan warga.
Berdasarkan
Chandler Good Government Index 2025, skor efektivitas dan kapabilitas pemerintahan Indonesia berada
pada angka 0,57 (skala 0–1), masih di bawah negara ASEAN lain seperti Singapura
(0,87) dan Malaysia (0,59). Skor ini mengindikasikan bahwa tantangan tata
kelola tidak hanya terletak pada perumusan kebijakan, tetapi juga pada
konsistensi implementasi dan efektivitas hasilnya.
Temuan
ini sejalan dengan Survei Nasional Kawula17 (NKS) yang mengukur penilaian masyarakat
terhadap kinerja pemerintahan sepanjang 2025 dalam skala 1–10 (1 sangat buruk,
10 luar biasa bagus). Pada kuartal pertama (Q1)
2025, skor penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran
berada di angka 5,4. Penilaian ini turun pada Q2
menjadi 4,9, seiring munculnya sejumlah polemik, termasuk kelangkaan gas melon (gas
LPG 3 kg) dan kontroversi pengesahan Undang-Undang TNI yang minim partisipasi
publik.
Pada Q3
2025, skor sedikit membaik menjadi 5,1 di tengah meningkatnya tensi
politik, termasuk gelombang protes dan demonstrasi pada akhir Agustus hingga
awal September, meruaknya isu tunjangan pejabat, transparansi anggaran, dan represivitas
aparat selama aksi tersebut. Dalam periode ini, isu pengangguran (48%),
penggunaan anggaran negara yang kurang transparan dan maraknya korupsi (47%),
serta tingginya tunjangan pejabat (38%) menjadi perhatian utama masyarakat.
Memasuki Q4 2025, skor kinerja pemerintah kembali
meningkat di angka 5,7. Meski kenaikannya tidak signifikan, terdapat peningkatan kepuasan terhadap
sejumlah program pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya,
mencatat kenaikan kepuasan sebesar 38% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Namun demikian, isu transparansi pelaksanaan MBG (47%) tetap masuk dalam daftar
persoalan yang dinilai masyarakat mendesak untuk segera dibenahi pemerintah.
Ekonomi
dan Kemiskinan Sebagai Isu Prioritas Masyarakat Indonesia
Secara
makro, data Bank Dunia (2025)
menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada sembilan bulan
pertama 2025, didorong oleh investasi dan ekspor bersih. Ekspansi ini turut menciptakan lapangan kerja
di sektor perdagangan dan jasa (Bank Dunia, 2025).
Namun, realitanya, topik ekonomi dan kemiskinan tetap menempati
posisi sentral dalam perhatian masyarakat sepanjang 2025. Pada Q1 2025,
sebanyak 60% masyarakat menempatkan ekonomi sebagai prioritas utama. Pola ini
relatif konsisten pada kuartal-kuartal berikutnya, dengan 52% pada Q2, 57% pada
Q3, dan 58% pada Q4 yang masih memandang ekonomi sebagai isu paling penting.
Konsistensi ini mengindikasikan bahwa di tengah pertumbuhan makro, kekhawatiran
terhadap daya beli, lapangan kerja, serta stabilitas ekonomi rumah tangga tetap
menjadi pertimbangan utama masyarakat.
Kesenjangan antara indikator makro dan realita pengalaman
keseharian masyarakat menunjukkan bahwa persepsi ekonomi tidak hanya ditentukan
oleh angka pertumbuhan, tetapi juga rasa aman yang dirasakan langsung oleh
warga. Dalam konteks ini, persepsi ekonomi tidak hanya mencerminkan kondisi
material, tetapi juga turut memengaruhi cara masyarakat menilai kinerja
pemerintah secara keseluruhan.
Secara umum, temuan NKS sepanjang 2025 menunjukkan bahwa
penilaian masyarakat terhadap pemerintah bergerak mengikuti dinamika politik
dan ekonomi yang terjadi. Peningkatan kepuasan pada akhir tahun dapat menjadi
ruang refleksi bagi pemerintah, sekaligus pengingat bahwa kepercayaan publik
bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh dampak kebijakan yang dirasakan
secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Temukan laporan lengkap Survei Nasional Kawula17 (NKS) Q4 2025 di sini.
Referensi
Chandler
Good Government Index. 2025. Country Rankings. https://chandlergovernmentindex.com/country-rankings/
World
Bank. 2025. Indonesia’s Economy Maintains Resilience Amid Global Uncertainty. https://www.worldbank.org/en/news/press-release/2025/12/16/indonesia-s-economy-maintains-resilience-amid-global-uncertainty
Organisation
for Economic Co-operation and Development (OECD). Trust in government. https://www.oecd.org/en/topics/sub-issues/trust-in-government.html

![[ARTIKEL] Naik-Turun Persepsi Masyarakat di Tengah Dinamika Politik dan Ekonomi](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fartikel-artikel-naik-turun-persepsi-masyarakat-di-tengah-dinamika-p-cover.jpg&w=3840&q=75)
![[ARTIKEL] Learning from Unlearning: Memb](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fimages-45.jpg&w=3840&q=75)

![[OPINI] Apa Itu Moderasi Konten dan Kena](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fyoutube-removed-1400x825.jpg&w=3840&q=75)

![[RILIS PERS] Penilaian dan Keyakinan Ora](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fwhatsapp-image-2026-08-05-at-18-23-23.jpeg&w=3840&q=75)
