Keyakinan dan penilaian masyarakat terhadap pemerintahan
Prabowo-Gibran
Pada awal
tahun 2026, NKS Q1 menunjukkan bahwa tingkat keyakinan masyarakat terhadap
pemerintahan Prabowo-Gibran terus mengalami penurunan. Sejak awal pemerintahan,
total skor bersih keyakinan masyarakat berada di angka 29% pada Q1 2025, lalu
menurun hingga mencapai 6% pada Q1 2026, atau penurunan skor paling signifikan
sejak awal masa kepemimpinannya. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin banyak
masyarakat yang mulai meragukan kemampuan pemerintah dalam memenuhi program dan
kebijakannya.
Perbedaan
penilaian antara masyarakat yang yakin dan tidak yakin juga terlihat dari
faktor yang membentuk keyakinan mereka terhadap pemerintah. Di kalangan
masyarakat yang (sangat) tidak yakin, alasan utamanya adalah maraknya korupsi
pejabat (56%), diikuti oleh anggapan bahwa pejabat kurang kompeten (43%), serta
memburuknya perekonomian nasional (41%). Sementara itu, masyarakat yang merasa
(sangat) yakin dengan pemenuhan janji pemerintah utamanya dilatarbelakangi oleh
faktor karakter Prabowo (46%) serta kemampuan pemerintah dalam membangun
hubungan dengan dunia internasional (42%).
Temuan ini
menunjukkan bahwa persepsi terhadap figur kepemimpinan masih menjadi salah satu
penopang keyakinan masyarakat. Di sisi lain, isu tata kelola dan kinerja
kebijakan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi keraguan masyarakat.
Program Manager Kawula17, Maria Angelica, menekankan bahwa temuan ini perlu
menjadi perhatian dalam perumusan kebijakan ke depan. “Penguatan kepercayaan
publik perlu diiringi dengan perbaikan tata kelola yang konsisten dan terbuka,
serta kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya.
Penilaian
masyarakat terfokus pada buruknya perekonomian nasional
NKS Q1 2026 menunjukkan bahwa perhatian masyarakat terhadap kondisi ekonomi
terus meningkat sejak awal pemerintahan. Dibandingkan dengan Q1 2025, prioritas
masyarakat terhadap isu ekonomi naik secara signifikan (+38%), menegaskan
posisinya sebagai salah satu isu utama bagi masyarakat. Sejalan dengan itu, kemiskinan
secara konsisten berada di antara topik prioritas tertinggi (59%), dengan
mayoritas masyarakat menilai kinerja pemerintah dalam isu tersebut (sangat)
buruk (56%).
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dhenny
Yuartha, menilai bahwa fokus terhadap isu ekonomi merupakan hal yang wajar
mengingat kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. “Bahkan data Susenas
tahun 2023 menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia berada dalam
kategori calon kelas menengah hingga rentan miskin, sehingga isu ekonomi dan kemiskinan
pasti akan terus relevan dalam persepsi masyarakat,” ujarnya.
Bersamaan dengan faktor ketidakyakinan masyarakat yang didorong oleh
faktor-faktor ekonomi, penilaian terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi
juga tercatat (sangat) buruk (43%). Tingginya perhatian terhadap isu ekonomi
juga tercermin dalam persoalan yang dianggap paling mendesak untuk segera
diselesaikan pemerintah. Tingkat pengangguran yang tinggi (45%) dan meningkatnya
harga bahan pokok (43%) menjadi persoalan utama yang paling banyak disorot
masyarakat. Penilaian buruk ini juga sejalan dengan rendahnya kepuasan terhadap
program pemenuhan janji 19 juta lapangan pekerjaan yang dinilai (sangat) tidak
memuaskan (54%).
Temuan ini mengindikasikan bahwa isu ekonomi tidak lagi dipahami semata
sebagai indikator makro, melainkan mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari
masyarakat. Peneliti INDEF Dhenny Yuartha menilai adanya jarak antara kebutuhan
masyarakat dengan respons kebijakan yang ada. ”Dampak ekonomi sudah mulai
dirasakan luas, meskipun keterkaitannya dengan kebijakan nasional belum selalu
disadari secara utuh,” terangnya.
Menanggapi temuan tersebut, Program Manager Kawula17 menekankan bahwa dinamika
ekonomi saat ini perlu menjadi perhatian utama. “Peningkatan perhatian
masyarakat terhadap isu ekonomi menunjukkan bahwa dampaknya semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Tingginya harga pangan dan bahan pokok seharusnya menjadi lampu kuning bagi
pemerintah untuk segera mencari solusi. Pemerintah harus memastikan kebijakan
yang diambil mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih konkret,” tutup
Maria Angelica.
Temuan ini menunjukkan
bahwa masyarakat tidak hanya menilai pemerintah dari janji dan citra
kepemimpinan, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang dijalankan
benar-benar menjawab kesulitan hidup sehari-hari. Karena itu, pemulihan
keyakinan publik membutuhkan langkah yang lebih nyata dalam merespons persoalan
ekonomi, memperbaiki tata kelola, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
***
Survei Nasional Kawula17
(NKS) merupakan survei per kuartal untuk melihat kinerja pemerintah dari
perspektif masyarakat. Survei
dilakukan dengan metode Computer-Assisted Self-Interviewing (CASI) atau survei
daring. Periode pengumpulan data survei dilakukan pada tanggal 13-16
Maret 2026 dengan sampel representatif sebesar 387 responden dari seluruh
Indonesia dan diikuti oleh responden berusia 17-44 tahun dengan margin of
error 5%.
Narahubung:
Maria
Angelica Christy Aka
Program
Manager Kawula17
Yayasan
Pelopor Pilihan Tujuhbelas

![[RILIS PERS] Keyakinan Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Turun ke Titik Terendah, Isu Ekonomi Paling Mengkhawatirkan](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fartikel-rilis-pers-keyakinan-terhadap-pemerintahan-prabowo-gibran-t-cover.jpg&w=3840&q=75)
![[ARTIKEL] Learning from Unlearning: Memb](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fimages-45.jpg&w=3840&q=75)

![[OPINI] Apa Itu Moderasi Konten dan Kena](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fyoutube-removed-1400x825.jpg&w=3840&q=75)

![[RILIS PERS] Penilaian dan Keyakinan Ora](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fwhatsapp-image-2026-08-05-at-18-23-23.jpeg&w=3840&q=75)
