Pandangan Masyarakat terhadap Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Pada
kuartal satu (Q1) tahun 2026, NKS menemukan bahwa sebanyak 57% masyarakat
mendukung Indonesia untuk tetap mempertahankan prinsip bebas aktif. Preferensi
tersebut semakin jelas terlihat dalam kalangan orang muda dengan rentang umur
17–24 tahun (60%). Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat, terutama orang muda,
memandang prinsip bebas aktif sebagai strategi diplomasi yang ideal bagi
Indonesia.
Prinsip
politik luar negeri bebas aktif sendiri adalah sikap Indonesia yang tidak
berpihak pada blok kekuatan mana pun, tetapi tetap aktif berkontribusi dalam
menjaga perdamaian dunia. Prinsip ini sudah dianut sejak awal kemerdekaan dan
tetap penting hingga hari ini karena memberi Indonesia fleksibilitas sekaligus
peran strategis di tengah dinamika geopolitik global.
Temuan
lain menunjukkan bahwa 50% masyarakat menilai suatu negara tidak boleh ikut
campur dalam urusan domestik negara lain tanpa aturan hukum internasional yang
jelas. Sama seperti temuan sebelumnya, demografi orang muda berusia 17-24 tahun
juga secara signifikan memilih prinsip non-intervensi (59%) dibandingkan dengan
kelompok umur lainnya.
“Hal ini
memperlihatkan bahwa orang muda tidak apatis terhadap isu internasional. Mereka
justru memiliki perhatian yang cukup jelas terhadap bagaimana Indonesia
seharusnya menempatkan diri dalam isu-isu global, terutama yang berkaitan
dengan prinsip keadilan dan posisi politik luar negeri,” ujar Maria Angelica,
Program Manajer Kawula17.
Co-Founder
Peduli Hankam, Kenzie Ryvantya menambahkan, “Selain mengajak orang muda untuk
bersuara dan peduli, mendorong terwujudnya ruang nyata bagi orang muda untuk
terlibat dalam proses perumusan kebijakan luar negeri dan pertahanan-keamanan
juga tidak kalah penting. Di berbagai platform, partisipasi orang muda dalam
mengawal isu internasional sudah sangat tinggi. Tantangannya kini adalah
memastikan bahwa suara tersebut tidak berhenti sebagai simbol atau sekadar
tokenisme, melainkan benar-benar dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.”
Pandangan Masyarakat terhadap Konflik
Iran – AS dan Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace
Berdasarkan temuan NKS Q1 2026,
sebanyak 52% orang muda Indonesia menilai bahwa Indonesia tidak perlu terlibat
sebagai penengah dalam konflik Iran – AS. Sikap tersebut
secara signifikan terlihat pada
kategori masyarakat berusia 25-34 tahun (59%) yang secara langsung menegaskan
kembali posisi masyarakat dalam memandang konflik geopolitik.
Selain itu, dalam hal keterlibatan
Indonesia di dalam Board of Peace, 47% orang muda merasa sangat tidak puas
dengan keputusan bergabungnya Indonesia dalam organisasi tersebut, dengan 45%
orang muda menilai bahwa Indonesia sudah seharusnya mengundurkan diri dari
keanggotaannya, karena tidak adanya keterlibatan langsung dari bangsa Palestina
itu sendiri. Temuan ini menyorot posisi orang muda Indonesia yang senantiasa
mengutamakan kepentingan bangsa Palestina dalam proses penyelesaian konflik.
Maria Angelica menggarisbawahi bahwa
hasil NKS Q1 2026 memperlihatkan semakin kritisnya masyarakat, terutama orang
muda, dalam menilai keterlibatan Indonesia dalam dinamika internasional.
“Masyarakat tidak hanya melihat apakah Indonesia hadir dalam forum
internasional, tetapi juga apakah keterlibatan tersebut benar-benar
mencerminkan prinsip yang selama ini dipegang Indonesia,” tutup Program Manajer
Kawula17 itu.
Temuan NKS Q1 2026 menunjukkan bahwa
di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, masyarakat
Indonesia tetap kritis dalam menyikapi isu internasional sekaligus masih
mendukung prinsip bebas aktif. Temuan yang diperoleh juga menegaskan bahwa
pemerintah sebagai penyelenggara negara perlu mendengar dan melibatkan orang
muda sebagai bagian penting dalam pembuatan serta pelaksanaan kebijakan.
Begitupun, Orang muda diharap semakin kritis dan mengambil peran sebagai warga
negara yang berpartisipasi secara bermakna.
***
Survei Nasional Kawula17
(NKS) merupakan survei per kuartal untuk melihat kinerja pemerintah dari
perspektif masyarakat. Survei
dilakukan dengan metode Computer-Assisted Self-Interviewing (CASI) atau survei
daring. Periode pengumpulan data survei dilakukan pada tanggal 13-16
Maret 2026 dengan sampel representatif sebesar 387 responden dari seluruh
Indonesia dan diikuti oleh responden berusia 17-44 tahun dengan margin of
error 5%.
Narahubung:
Maria
Angelica Christy Aka
Program
Manager Kawula17
Yayasan
Pelopor Pilihan Tujuhbelas

![[RILIS PERS] Orang Muda Tunjukkan Sikap Kritis dalam Menanggapi Keterlibatan Indonesia di Ranah Global](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fartikel-rilis-pers-orang-muda-tunjukkan-sikap-kritis-dalam-menangga-cover.jpg&w=3840&q=75)
![[ARTIKEL] Learning from Unlearning: Memb](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fimages-45.jpg&w=3840&q=75)

![[OPINI] Apa Itu Moderasi Konten dan Kena](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fyoutube-removed-1400x825.jpg&w=3840&q=75)

![[RILIS PERS] Penilaian dan Keyakinan Ora](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fwhatsapp-image-2026-08-05-at-18-23-23.jpeg&w=3840&q=75)
