Isu Terkait Ekonomi Jadi Sorotan Utama
Pada NKS
Q3 2025, isu-isu yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat jadi
perhatian utama. Kemiskinan (61%) menjadi topik prioritas di masyarakat,
melesat jauh +32% dari Q2 2025, disusul ekonomi (57%) yang konsisten berada di top
3. Korupsi (53%) juga menjadi prioritas isu di masyarakat, meningkat +15%
dibandingkan Q2 2025. Kemiskinan juga menempati urutan tertinggi dengan 68%
masyarakat menilai kinerja pemerintah di isu ini (sangat) buruk. Disusul oleh
ekonomi (51%) dan ketenagakerjaan (50%) yang juga mendapat penilaian negatif
signifikan.
Menurut
Maria Angelica, Program Manager Kawula17, temuan ini mengonfirmasi kekhawatiran masyarakat
yang semakin kuat. "Data ini menunjukkan adanya keselarasan yang
mengkhawatirkan: isu-isu prioritas masyarakat seperti kemiskinan, ekonomi, dan
antikorupsi justru menjadi bidang dengan penilaian kinerja terburuk. Ini bukan
sekadar rapor merah, tetapi sebagai pengingat bahwa dibutuhkan perbaikan secara
sistemik yang mendesak," tegasnya.
Menanggapi temuan
ini, Felia Primaresti, Manajer Riset dan Program dari The Indonesian Institute
(TII), menyatakan bahwa temuan-temuan ini menjadi sinyal penting untuk mengorientasikan
kembali agenda advokasi gerakan masyarakat sipil. “Advokasi publik harus fokus
pada isu yang paling dirasakan masyarakat seperti kemiskinan, pengangguran, dan
korupsi. Penting untuk tidak hanya menyasar simbol politik, tetapi juga
mendorong mekanisme transparansi dan partisipasi publik dalam setiap program
pemerintah,” jelasnya.
Evaluasi Program Pemerintah: Kepuasan Rendah pada
Janji Lapangan Kerja dan Kebijakan Kontroversial
Program quick win pemerintah mendapat evaluasi
dan opini beragam. Kartu Kesejahteraan Sosial mendapat penilaian (sangat) memuaskan
dari masyarakat, meningkat +15% dibandingkan Q2 2025. Hal serupa terjadi pada program
pemeriksaan kesehatan gratis yang kepuasannya terus meningkat secara konsisten sejak
Q1 (+26%). Sebaliknya, kenaikan gaji ASN menjadi program dengan tingkat
kepuasan terendah dengan 51% menilai (sangat) tidak puas. Tren negatif ini juga
terlihat pada program lumbung pangan atau food estate yang kepuasannya
menurun –12% dari Q1, serta Makan Bergizi Gratis yang menurun -9% dibandingkan Q1
2025 (15%) saat program ini pertama kali dijalankan.
Ketidakpuasan terbesar masyarakat tertuju pada
program-program terkini yang dinilai belum dijalankan secara maksimal. Terkait
program 19 juta lapangan pekerjaan, lebih dari 50% masyarakat merasa (sangat)
tidak puas. Program ini dianggap belum berjalan baik meski di tengah prioritas
publik pada isu kemiskinan dan ketenagakerjaan. Masyarakat juga melayangkan
ketidakpuasan pada dua program yang dinilai tidak tepat sasaran. Kebijakan
untuk menaikkan pangkat anggota Polri pasca-demonstrasi akhir Agustus (47%) dan
pemberian 330 ribu smart TV (47%) dinilai (sangat) tidak memuaskan oleh masyarakat. “Tingginya
ketidakpuasan pada program-program tersebut juga menandakan bahwa prioritas
kebijakan pemerintah saat ini belum sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,”
lanjut Angelica.
Manajer Riset dan
Program TII juga menekankan
pentingnya menjadikan ketidakpuasan publik terhadap program seperti MBG, food
estate, dan kenaikan gaji ASN sebagai momentum untuk memperkuat
akuntabilitas sosial. “Ini bukan lagi soal efektivitas program semata, tetapi
tentang bagaimana pemerintah menjalankannya secara transparan dan
partisipatif,” tambah Felia.
Keyakinan Publik dan Paradoks Isu Korupsi
Tingkat keyakinan masyarakat selaras dengan menurunnya
keyakinan terhadap pemenuhan program pemerintah, dimana 36% merasa agak yakin
dan 24% (sangat) tidak yakin. Meski begitu, 40% masyarakat menjawab (sangat)
yakin dengan pemenuhan program pemerintah. Ini menunjukan bahwa masyarakat
masih memiliki harapan dan kepercayaan bahwa pemerintah dapat merealisasikan program
dan kebijakannya.
Bagi mereka yang yakin pemerintah mampu memenuhi
janjinya, faktor utama ada pada karakter Prabowo yang dinilai tegas (59%),
dukungan kuat dari masyarakat (52%), dan terungkapnya berbagai kasus korupsi
(49%) yang dianggap sebagai bukti keseriusan pemerintah. Menariknya, aspek korupsi
juga menjadi menjadi faktor utama ketidakyakinan masyarakat akan pemenuhan
program dan kebijakan pemerintah (55%). Temuan survei ini mengindikasikan
beragam interpretasi publik terhadap penanganan kasus korupsi. Sebagian
melihatnya sebagai kesuksesan pemerintah dalam penindakan, sementara bagi yang
lain melihat ini sebagai kegagalan sistemik dalam penyelesaian dan pencegahan.
Program
Manager Kawula17 Maria Angelica menegaskan masih adanya tantangan komunikasi
dan kebijakan yang serius bagi pemerintah. “Strategi pemerintah yang berfokus
pada penindakan tidak lagi cukup untuk membangun kepercayaan. Kepercayaan
publik hanya akan pulih melalui perbaikan sistemik yang konkret,” tutup Maria
Angelica.
National Kawula17 Survey (NKS) merupakan survei per
kuartal untuk melihat kinerja pemerintah dari perspektif masyarakat. Survei
dilakukan dengan metode Computer Assisted Self Interviewing (CASI) atau survei
daring. Periode pengumpulan data survei dilakukan pada tanggal 26-29 September
2025 dengan sampel representatif sebesar 404 responden dari seluruh Indonesia
dan diikuti oleh responden berusia 17-44 tahun dengan margin of error
5%.
Baca laporan lengkap
dan survei-survei lainnya di website kami.
Contact
Person:
Maria
Angelica
angelica@kawula17.id
Yayasan
Pelopor Pilihan Tujuhbelas

![[RILIS PERS] Kinerja Pemerintah di Sektor Ekonomi jadi Sorotan Utama Masyarakat](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fartikel-press-release-kinerja-pemerintah-di-sektor-ekonomi-jadi-sor-cover.jpg&w=3840&q=75)
![[ARTIKEL] Learning from Unlearning: Memb](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fimages-45.jpg&w=3840&q=75)

![[OPINI] Apa Itu Moderasi Konten dan Kena](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fyoutube-removed-1400x825.jpg&w=3840&q=75)

![[RILIS PERS] Penilaian dan Keyakinan Ora](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fwhatsapp-image-2026-08-05-at-18-23-23.jpeg&w=3840&q=75)
