Kinerja Pemerintah
dalam Topik Lingkungan dan Penanggulangan Bencana
NKS kuartal ke-4 2025
menemukan perbedaan signifikan dalam penilaian masyarakat terhadap kinerja
pemerintah di sektor lingkungan dan penanggulangan bencana. Secara umum, 40% masyarakat
menilai kinerja pemerintah dalam penanggulangan bencana (sangat) buruk.
Penilaian ini paling kuat muncul dari kelompok (sangat) progresif (61%) dan masyarakat
yang merasa (sangat) tidak yakin terhadap pemenuhan program pemerintah (83%).
Pola serupa terlihat dalam penilaian terhadap isu
lingkungan. Sebanyak 60% masyarakat yang tergolong (sangat) progresif menilai
kinerja pemerintah di sektor lingkungan (sangat) buruk. Sebaliknya, 50%
masyarakat yang tergolong agak konservatif menilai kinerja pemerintah di sektor
yang sama sebagai (sangat) baik. Meski berbeda dalam penilaian kinerja, seluruh
spektrum masyarakat sepakat bahwa penanggulangan bencana yang tidak efisien
(48%) merupakan isu yang perlu segera diselesaikan oleh pemerintah.
Peneliti Departemen Politics and Social Change (CSIS) ,
Dominique Nicky Fahrizal, menilai temuan ini sebagai sinyal serius bagi
pemerintah. “Isu penanganan bencana menjadi kekhawatiran yang lintas spektrum.
Selama ini, kebijakan dan program kebencanaan tidak selalu menjadi prioritas
evaluasi publik maupun pemerintah. Akibatnya, ketika bencana besar terjadi,
masyarakat merasa tidak memiliki kejelasan informasi dan mekanisme respons yang
memadai,” ujarnya.
Seiring meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, mayoritas
masyarakat yang (sangat) progresif (67%) menilai pembukaan hutan untuk sawit
sebagai isu yang perlu segera diselesaikan. Program Manager Kawula17, Maria
Angelica, menyampaikan bahwa temuan ini menegaskan pentingnya penguatan
kebijakan lingkungan dan penanggulangan bencana. “Masyarakat, khususnya yang
lebih progresif, menunjukkan ekspektasi yang tinggi terhadap kebijakan yang
responsif, transparan, dan berdampak nyata,” ujarnya.
Spektrum
Progresif-Konservatif Memengaruhi Tingkat Kepercayaan Masyarakat
Dari sisi kepercayaan masyarakat, temuan NKS kuartal ke-4 2025
memperlihatkan pola yang konsisten. Sebanyak 85% masyarakat yang (sangat)
progresif secara signifikan merasa sangat tidak puas dengan kinerja pemerintah
dalam pemenuhan janji program 19 juta lapangan pekerjaan, sedangkan bagi mereka
yang agak konservatif (41%) dan dalam kategori sentris (32%) merasa puas dengan
program tersebut.
Perbedaan sikap ini tercermin pula dalam posisi
masyarakat terhadap kebijakan sektoral. Dalam isu penegakan hukum, misalnya
melalui KUHAP yang baru saja disahkan, dukungan atas pengawasan yang lebih kuat
terhadap kinerja aparat penegak hukum secara signifikan datang dari kelompok
yang lebih progresif (86%) dibandingkan dengan kelompok lainnya. Sementara itu,
pada isu perubahan iklim, pandangan bahwa regulasi iklim belum menjadi
prioritas utama saat ini lebih banyak dipilih oleh kelompok agak konservatif (68%)
daripada agak progresif (17%).
“Secara keseluruhan, temuan NKS kuartal ke-4 2025
menunjukkan bahwa spektrum progresif –konservatif memainkan peran penting dalam
memahami pemahaman masyarakat dalam menilai arah dan kinerja pemerintahan serta
prioritas kebijakan publik,” ujar Angelica. Di tengah perbedaan sikap tersebut,
penguatan partisipasi publik yang bermakna tetap menjadi kunci untuk menjaga
akuntabilitas kebijakan. “Ruang aspirasi yang inklusif perlu diiringi dengan
upaya edukasi publik agar partisipasi masyarakat tidak hanya luas, tetapi juga
bermakna dalam mendorong perbaikan kebijakan,” tutup Program Manager Kawula17
itu.
Survei Nasional Kawula17 (NKS) merupakan survei per kuartal untuk melihat
kinerja pemerintah dari perspektif masyarakat. Survei dilakukan dengan metode Computer-Assisted
Self-Interviewing (CASI) atau survei daring. Periode pengumpulan data survei
dilakukan pada tanggal 16-19 Januari 2026 dengan sampel representatif sebesar
400 responden dari seluruh Indonesia dan diikuti oleh responden berusia 17-44
tahun dengan margin of error 5%.
Narahubung:
Maria Angelica Christy Aka
Program Manager Kawula17
Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbela

![[RILIS PERS] Pandangan Progresif-Konservatif Membentuk Penilaian Masyarakat terhadap Kinerja Pemerintah](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fartikel-rilis-pers-pandangan-progresif-konservatif-membentuk-penila-cover.jpg&w=3840&q=75)
![[ARTIKEL] Learning from Unlearning: Memb](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fimages-45.jpg&w=3840&q=75)

![[OPINI] Apa Itu Moderasi Konten dan Kena](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fyoutube-removed-1400x825.jpg&w=3840&q=75)

![[RILIS PERS] Penilaian dan Keyakinan Ora](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fwhatsapp-image-2026-08-05-at-18-23-23.jpeg&w=3840&q=75)
