Popularitas Tinggi, Tantangan Tata Kelola Pelaksanaan
Meningkat.
Hasil NKS kuartal ke-4 2025 menemukan bahwa MBG (75%)
menjadi program hasil terbaik cepat (quick win) pemerintahan
Prabowo-Gibran yang paling diketahui masyarakat. Temuan ini konsisten sepanjang
2025, dengan tingkat kesadaran masyarakat berada di angka 78% pada kuartal
pertama, 73% pada kuartal kedua, dan 71% pada kuartal ketiga, menunjukkan
popularitas konstan MBG sepanjang tahun 2025.
Program Manager Kawula17, Maria Angelica, menilai
tingginya awareness ini tidak terlepas dari besarnya perhatian dan
alokasi anggaran pemerintah terhadap program tersebut. Pada 2025, MBG
memperoleh alokasi sebesar Rp171 triliun, terdiri dari Rp71 triliun dari APBN
dan Rp100 triliun dana standby. Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun
2025, pemerintah juga melakukan efisiensi dan realokasi anggaran sejumlah
kementerian dan lembaga untuk mendukung pelaksanaan MBG.
Meski mendapat gelontoran dana yang besar, hingga
November 2025, tercatat 15.117 kasus keracunan akibat MBG di berbagai wilayah,
berdasarkan data Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Merespons
tingginya jumlah korban keracunan MBG, masyarakat sipil terus menyerukan kepada
pemerintah untuk segera memperbaiki pengelolaan dan pengawasan MBG. Dorongan
ini sejalan dengan masyarakat berusia 35-44 tahun (24%) yang merasa sangat
tidak puas dengan program MBG.
Peneliti
Indonesia Corruption Watch (ICW) 2015-2025, Dewi Anggraeni, memberikan
tanggapan kritis terhadap temuan tersebut: “Anggaran MBG terserap sekitar 72%,
dengan 56,1 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta.” Menurut
Dewi, situasi ini bertentangan dengan harapan masyarakat yang menganggap
perencanaan program pemerintah sudah matang. “Jika sudah matang, regulasi dan
alokasi anggaran seharusnya sudah disiapkan sebelum program dimulai. Sayangnya,
program berjalan sambil anggaran kementerian/lembaga dipangkas, dan kasus
keracunan makanan pada anak justru terjadi,” tegasnya.
Keresahan publik atas isu
transparansi dan kasus keracunan tercermin dalam temuan NKS kuartal ke-4 2025.
Pelaksanaan MBG yang dinilai kurang transparan serta maraknya kasus keracunan
(47%) menempati posisi lima besar isu mendesak, tepat di bawah penanganan
banjir dan longsor di Sumatera yang dinilai tidak efisien (48%).
“Temuan ini seharusnya menjadi
catatan penting bagi pemerintah bahwa masyarakat menginginkan keterbukaan dan
evaluasi terhadap pelaksanaan MBG,” lanjut Maria Angelica.
Respons Masyarakat terhadap MBG
Di tengah berbagai catatan
evaluatif, Survei Nasional Kawula17 pada kuartal ke-4 2025 juga mencatat
peningkatan kepuasan masyarakat terhadap program MBG dibandingkan dengan program
hasil terbaik cepat lainnya. Pada kuartal ke-4 2025, MBG mencatat lonjakan
kepuasan masyarakat terbesar dengan skor bersih 44%, meningkat 38% dibandingkan
dengan kuartal ke-3 2025 (6%).
Peningkatan kepuasan ini
menunjukkan bahwa MBG semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh publik.
Namun, temuan survei juga mengindikasikan bahwa apresiasi tersebut perlu
diiringi dengan perhatian berkelanjutan terhadap aspek tata kelola dan evaluasi
program. Beragam masukan, baik dari kalangan masyarakat maupun ahli, terkait
transparansi pengelolaan dan mekanisme pengawasan masih menjadi perhatian.
Program Manager Kawula17, Maria
Angelica, menekankan pentingnya evaluasi serius pada program MBG. “Keberlanjutan
program bergantung pada evaluasi yang konsisten dan terbuka. Aspek
administrasi, keuangan, pengelolaan, hingga pengawasan perlu diperkuat dan
disampaikan secara transparan kepada publik,” tutup Maria Angelica.
Survei Nasional Kawula17 (NKS)
merupakan survei per kuartal untuk melihat kinerja pemerintah dari perspektif
masyarakat. Survei dilakukan dengan metode Computer-Assisted Self-Interviewing
(CASI) atau survei daring. Periode pengumpulan data survei dilakukan pada
tanggal 16-19 Januari 2026 dengan sampel representatif sebesar 400 responden
dari seluruh Indonesia dan diikuti oleh responden berusia 17-44 tahun dengan
margin of error 5%.
Narahubung:
Maria Angelica Christy Aka
Program Manager Kawula17
Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas

![[RILIS PERS] Setahun MBG: Kepuasan Meningkat, Transparansi Masih Jadi Catatan Publik](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fartikel-rilis-pers-setahun-mbg-kepuasan-meningkat-transparansi-masi-cover.jpg&w=3840&q=75)
![[ARTIKEL] Learning from Unlearning: Memb](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fimages-45.jpg&w=3840&q=75)

![[OPINI] Apa Itu Moderasi Konten dan Kena](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fyoutube-removed-1400x825.jpg&w=3840&q=75)

![[RILIS PERS] Penilaian dan Keyakinan Ora](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fvwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co%2Fstorage%2Fv1%2Fobject%2Fpublic%2Fkawula17-assets%2Fimg%2Fwhatsapp-image-2026-08-05-at-18-23-23.jpeg&w=3840&q=75)
